Perbedaan Mobil Eropa dan Amerika


Perbedaan Mobil Eropa dan Amerika

Kendaraan menjadi sebuah kebutuhan penting dewasa ini bagi masyarakat. Alat transportasi ini berfungsi sebagai sarana dalam menunjang mobilitas atau perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Salah satu yang banyak digunakan adalah mobil.

Kendaraan roda empat ini sudah masuk ke Indonesia di era penjajahan kolonial Belanda. Mobil banyak digunakan untuk kebutuhan keluarga maupun bisnis (alat distribusi) yang efektif. Di Indonesia saat ini mobil lebih banyak berasal dari Eropadan Amerika seperti ChevroletTrax. Berikut ini beberapa perbedaan mobil Eropa dan Amerika yang bisa Anda ketahui.

1.     Harga Yang Berbeda
Perbedaan yang cukup terlihat dari mobil asal pabrikan Eropa dan Amerika salah satunya dalam segi harga jual. Kendaraan roda empat dari Eropa (kebanyakan dari Jerman) memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan mobil asal Negeri Paman Sam (sebutan Amerika Serikat). Selain itu, memang produk asal Eropa lebih mengedepankan kemewahan.

Faktor lain Akibat tingginya harga jual produk mobil asal Benua Biru ini karena nilai tukar mata uang Eropa (Euro) yang tinggi. Apalagi jika dikomparasikan dengan mata uang Indonesia. Saat ini, nilai tukar Rupiah dengan Dolar Amerika berada di kisaran harga 14.000/DolarUS. Sedangkan untuk mata uang Eropa berkisar 20.000/Euro.

2.     Aspek Kualitas Mobil
Selain itu, kualitas juga faktor penting perbedaan ini. Produk mobil Amerika lebih menekankan pada aspek performa mesin. Sedangkan produk mobil Eropa, kualitas ditekankan dalam segi interior dan desain mobil yang elegan dan dinamis. Sehingga tidak heran, fitur mobil Eropa lebih lengkap daripada mobil Amerika maupun produsen lain di berbagai negara.
Mobil asal Amerika memiliki ketahanan mesin yang kuat. Tidak perlu heran jika mesin mobil dari Negara Adidaya ini bertahan puluhan bahkan ratusan tahun. Suspensi dan akselerasi mobil menjadi daya tarik produk Amerika jika dikomparasikan dengan merek mobil asal Eropa.

3.     Penggunaan Bahan Bakar
Untuk melihat perbedaan satu produk dengan lainnya, cara lain yang bisa dilakukan yakni dengan melihat konsumsi bahan bakar. Dalam dunia otomotif, produk mobil yang beredar di Indonesia lebih dari 80 persen dikuasai oleh produk Asia. Hal ini tentu tidak terlepas dari penggunaan bahan bakar untuk menggerakkan mobil.

Mobil Amerika dikenal memiliki tingkat keborosan paling tinggi di dunia. Seperti yang telah dijelaskan, Mobil dari pabrikan Paman Sam ini lebih menekankan dalam aspek performa mesin. Sehingga bahan bakar yang diperlukan juga akan lebih besar pula untuk menggerakkan turbin yang mempunyai beban tinggi.

Untuk mobil dari Eropa sendiri, meskipun terkenal sebagai mobil mewah, namun punya daya serap (konsumsi) bahan bakar minyak yang lebih rendah daripada mobil Amerika. Mobil ini lebih cocok dipakai untuk perjalanan pendek ataupun jauh. Bahan bakar kebanyakan menggunakan bio diesel, sehingga lebih awet dan ramah lingkungan.

4.     Tampilan Atau Desain Mobil
Jika ditanya tentang mobil asal Amerika, sebagian besar pecinta kendaraan roda empat menyimpulkan gaya retro atau vintage. Keunikan mobil Amerika dibandingkan dengan produk dari pabrikan lain di dunia memang terlihat dalam tampilan mobil yang bisa dikatakan “nyentrik”.

Untuk mobil asal Eropa sendiri, desain mobil umumnya berbentuk ceper yang panjang. Namun jangan ditanyakan fasilitas yang dimiliki. Sebagai Pioneer produk mobil mewah, pabrikan asal Benua Biru ini memberikan sentuhan modern, elegan, dan futuristik pada setiap serinya.